Saturday, 28 May 2011

RESENSI ANTOLOGI PUISI "ISYARAH QOLBU" (ANAM KHOIRUL ANAM)

Kebetulan waktu itu saya lagi ingin belajar membuat resensi buku. Kemudian, saya menemukan statusnya Mas Anam yang mengajak kawan-kawan di FB untuk memberikan pendapat atas buku beliau yang baru diterbitkan.Petama saya ucapkan terima kasih kepada penulis karena telah memberikan hadiah buku promo"Aphorisma" yang menemani "Isyarah Qolbu" dan "Mistikus Cinta" :).Waktu Mas Anom tanya ke saya,"Bagaimana...?" maksudnya bagaimana pendapat saya setelah membaca karyanya,sejenak saya termenung.Saya jawab sambil tertawa speechless,"Subhanalloh,...sip,sip,bagus,bagus...", padahal saya pengen bilang,"Saya harus baca Basmallah dulu lalu tarik nafas."
Membaca lembar demi lembar halaman puisi ini, seperi terperangkap pada sebuah 'ruang'  aspek ruhani yang cantik; bergema,dan berdenting.Selanjutnya, saya memasuki wilayah estetika yang seperti pernah saya dengar sebelumnya. Ah, dimana ya suara itu?..Tentu saya harus sembari "tersenyum" membaca antologi ini, karena kalau cemberut apalagi hati lagi kisruh, tentu pembaca takdapat menikmati nilai estetika yang disuguhkan.Diperenungan kita, dikeheningan kita...semua akan terasa.
Hingga akhirnya...monolog-monolog tersebut seperti gerak kosmik penari jiwa;ingin menghaturkan 'persembahan' kepada Sang Pencipta..