Tuesday, 9 February 2016

Puisiku

Evaporate Desember

 Mari kita saling diam.
 Mematungi senja dipersimpangan kilometer Desember.
 (Tentu lebih asyik!)
 Menunggu lengkung pelangi.
 Memandangi kaki bidadari.
 Memburu perjalanan bintang malam hari.

 Mari kita saling diam.
Sebab aku tak mengenalmu.
Jejak angin menyemilir.
Amboi, genta tubuhmu menyala..
Menyibak sajak tanpa kuajak.

Aku sibuk memangkas ranting-ranting yang menusuk buntalan awan.
Kurapikan kuntum-kuntum liar bermekaran.
Segelas cangkir kosong tertawa.
Memecah meja.
Menyulapnya menjadi lampu-lampu di beranda.

 Aku tak ingin mabuk,
 tapi teks-teks dikepalamu memaksaku larut.
 Pelan-pelan senja menjadi bulan.
 Menjadi lampion malam hari.
 Menjadi rel-rel kereta.
 Menghantarkan derit menjadi nada.

 Aku masih ingin diam.
 Mungkin hanya menitipkan
 Sebagian kitabku, dikitabmu.

 (Bandung, 2016)