Thursday, 10 March 2016

MUTIARA HADIST DZIKIR DAN SYUKUR

Manusia yang paling bersyukur kepada Allah Swt adalah mereka yang paling bersyukur/berterima kasih kepada sesama manusia.
(HR. Ahmad At-Thobroni, Al-Baihaqi Ad-Dliya).

Barangsiapa memohon bagiku sebagai washilah atau batu loncatan, maka halal pertolongan itu kepadanya.
(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Turmudzi, An-Nasaa'i, dari Ibni Umar [shahih]).

Dari Abi Dzaar, berkata: "Aku telah bertanya kepada Rasulullah Saw, Hai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku perbuatan yang mendekatkanku ke syurga dan menjauhkanku dari neraka," Nabi bersabda:"Apabila kamu berbuat satu kejahatan maka perbuatlah satu kebaikan, maka  karena satu kebaikan itu sepuluh pembalasan. Abu Dzar berkata,"Ya Rasulullah, LAA ILAAHA ILLALLAH termasukkebaikan?" Nabi Saw besabda:"Ia (kalimat itu) adalah yang paling baik dari segala kebaikan,"  [Pada suatu riwayat, ia adalah yang paling agung dari segala kebaikan]. 
(Kitab Hulyatul Aulia wathobaqotul ashfiya hal. 217 - 215,juz 4).

Dzikir itu adalah nikmat dari Allah Swt, maka buktikanlah tanda mensyukurinya.
 (HR. Ad-Dailamy dari Nabith bin Sanith).

Tidak ada satu haripun, melainkan pada hari itu Allah Swt melimpahkan berbagai nikmat kepada seluruh makhlukNya terutama kepada manusia. Dan Allah tidak memberi nikmat kepada hamba-Nya, yang lebih agung daripada Ia mengilhamkan kepadanya ingin dzikir kepada Allah.
(AlHadist).

Nabi Muhammad Saw memerintahkan agar umatnya menerangi rumah-rumahnya dengan dzikir dan membaca Al-Qur'an, pada lain riwayat, dengan shalat dan membaca Al-Qur'an.

Apabila kamu dzikir kepada-Ku, maka kamu bersyukur kepada-Ku dan apabila kamu lupa kepada-Ku, maka kamu kufur kepada-Ku.
(Hadist Qudsi).

Mengingat sejarah para Nabi (menguiraikan) riwayat hidupnya adalah ibadah  sejarah orang-orang yang shalih, kifarat (menutup kesalahan) dan ingat akan mati shodaqoh dan ingat kubur, mendekatkan kamu sekalian dari syurga.
(HR. Ad-Dailamy dari Mu'ad).





No comments:

Post a Comment